Jelang Ramadan 1434 Hijriyah, Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) melaunching koperasi berbasis teknologi. Untuk merealisasikan konsep ini, pengurus NU Jatim menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia dan Indosat.

Menurut Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakil Alallah, koperasi warga NU ini, karena berbasis teknologi, akan ditangani oleh orang-orang yang mengerti teknologi. “NU akan menjadi kelinci percobaan, tapi kelinci percobaan yang bermanfaat bagi umat,” katanya saat membuka launching koperasi bernama ‘Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan’ di Gedung PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya, Sabtu (6/7).

Sementara Executif General Manager Divisi Telkom Timur Iskriono Windiarjanto mengatakan, konsep ‘Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan’ yang membangun kemitraan dengan Telkom tujuanya untuk menyelenggarakan layanan jasa pengiriman uang (remittance and elektronic money).

“Telkom sebagai pemberi layanan, dan memberi nama program ini sebagai IndiFinance dengan brand produk Delima (Delivery Money Access). Rencananya, akan kami implementasikan di 100 lokasi komunitas NU se-Jatim,” terangnya.

Pada tahap awal, sembilan lokasi akan dijadikan pilot project dan ditandai dengan launching IndiFinance di auditorium ‘Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan’. “Momentum launching IndiFinance dilakukan jelang Ramadan, dengan maksud untuk mempermudah warga NU dan keluarga besarnya dalam menunaikan kewajiban membayar zakat maal, yang bisa dikirim melalui Delima,” terangnya.

Kenapa demikian, kata Iskriono, mendekati Idul Fitri nanti, akan terjadi arus mudik padat, dan itu menjadi risiko bagi masyarakat pembawa uang tunai. “Dengan kondisi itu, Delima menjadi solusi ketika seseorang tanpa akun perbankan ingin mudik tanpa harus membawa uang tunai, atau ingin mengirim uang kepada sanak saudaranya di desa. Inilah target marketnya. Pengiriman uang tanpa risiko oleh masyarakat urban di kota besar,” tuturnya.

Seperti tak mau kalah dengan PT Telkom, PT Indosat juga menggelar kerja sama dengan PWNU Jatim di bidang ‘Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan’. Hanya saja, Indosat meluncurkan kartu khusus untuk warga NU yang diberi nama ‘Kartu Mabadiku’.

Menurut President and CEO PT Indosat, Alexander Rusli, kartu Mabadiku ini, didesain khusus untuk mendukung aktivitas komunikasi antar anggota koperasi Mabadiku NU dan kaum Nahdliyin. “Dengan manfaat utama gratis komunikasi antar warga NU yang terdaftar dalam paket kartu Mabadiku. Kartu ini akan menjawab kebutuhan warga NU untuk intens berkomunikasi namun tetap efisien dan terkontrol,” ujarnya.

Kartu Mabadiku ini, dia melanjutkan, cukup mengisi pulsa Rp 50 ribu, pelanggan bisa menikmati berbagai layanan, di antaranya tausiah dari kiai-kiai NU, gratis 250 menit ke sesama nomor Indosat, gratis 100 SMS, gratis internet 50 MB, gratis aplikasi muslim, info NU, aswaja center, koperasi Mabadiku B9, peluang usaha, Alquran Learning Center dan NU Messenger.

“Kartu ini memang sengaja didesain khusus bagi warga NU untuk memberi manfaat di bidang dakwah. Dalam kartu ini, terdapat fasilitas all in one, di antaranya fasilitas NU Messenger, sarana diskusi, konten-konten tausiah dari kiai-kiai NU. Kartu ini juga menyediakan video call, aswaja center, dan memenuhi seluruh kebutuhan NU,” tandas [mtf]

 

Sumber : Merdeka.com

Sabtu, 6 Juli 2013 19:04

Reporter : Moch. Andriansya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *